Kita jatuh di hal yang sama
Cinta yang sama
Pahit yang sama
Juga manis rasa sama hazelnut
Tak selalu hitam kelat
Tak juga putih
Kadang dia berwarna cokelat
Dengan hiasan pemanis diatasnya
C O F F E E
sepahit rasa argumen yang kita lontarkan
semanis rasa kecupan kening menggebu
Sehangat pelukan kuat mengikat
Tak perduli seberapa sering hitam kelat
dan manis yang datang
Mecicipi cintamu akan selalu jadi favorite
yang kulakukan sesuka hatiku
Bukankah sayang kita ini ibarat COFFEE?
Pahit menenangkan
Manis menyenangkan
Membuat kita selalu saja saling ketagihan
Menyeduh gula pada COFFEE mengaduk kisah
Cicipi manis, tinggalkan pahit jauh dibawah
Tanpa harus melepas
Selalu menyenangi tanpa batas tak menindas
Verkisto Poemeamer
Monday, 16 May 2016
Friday, 13 May 2016
Cinta - Buta
Menjadi positif sudah mejadi hobimu
Menyebarkan aura positif
Menebarkan benih penyemangat
Menuai berkat, sekilas senyuman
Menjadi negatif menjadi setengah dari hobiku
Menebarkan kesuraman
Menggantungkan banyak harapan
Membutakan mata hati, jauh dari tatapan
Positifmu sepositif kata "Cinta"
Setengah negativeku
Terlihat senegative kata "Buta"
Apakah kau juga berkata "iya"?
Sampai akhirnya, kita berdua salah
Menjatuhkan kata sepositive cinta
Melukai senegative Buta
Dan menciptakan Cinta Buta
Apalah daya
Apalah ujung
Ketika jalan kita bahkan tak mempunyai kata
Tak berujung, Tak juga menyambung
Bukankah kita memang salah
Menegativekan cinta yang postive
Membutakan mata, menjauhkan cinta
Menumpahkan tatapan mata penuh pedih dan luka
Apalah daya
Apalah ujung
Jika yang kita miliki selama ini
hanyalah sebuah kisah yang fatal salah
Karena berjuang tak semudah ucap kata
Menodai kepositifan tulusnya Cinta
Karena kamu Tak sepositive "Cinta"
Hanya Senegative kata "Buta"
Pergilah jauh dan tak mendekat
Karena ini hanya Alkisah berbau abu-abu
Mari kita kubur tutup nan rapat liang ini
Membunuh kisah Cinta yang dulu pernah Buta
Menodai kepositifan tulusnya Cinta
Karena kamu Tak sepositive "Cinta"
Hanya Senegative kata "Buta"
Pergilah jauh dan tak mendekat
Karena ini hanya Alkisah berbau abu-abu
Mari kita kubur tutup nan rapat liang ini
Membunuh kisah Cinta yang dulu pernah Buta
Tuesday, 10 May 2016
Berbenah Diri
Tatapan ke atas
Telujuk menunjuk
Empat jari padaku
Satu jari untukmu
Selalu mudah bagiku melihat salahmu
Selalu sulit bagiku melihat diriku
Tak bercermin
Tak melihat kedalam diri
Aku terjatuh tersungkur
Menunduk jauh terbayang tanah
Jutaan salah namun tak berbenah
Membuatku selalu merasa bersalah
Apalah dayaku
Mencintaimu dengan buta
Hingga berbenah diri selalu saja kau lakukan
Tanpa menyuruhku juga berbenah
Aku jatuh lebih dalam
Hampir saja juga tenggelam
Diluapi segala salah diri sendiri
Yang akhirnya jadi menyesal diri
Tapi aku berbenah diri
Kubuka mata dan mengoreksi diri
Memperbaiki kepingan jati diri
Yang tak sengaja kulukai sendiri
Higga aku sadari
Berbenah diri sungguhlah berarti
Memperbaiki diri
Menciptakan indahnya melodi
Sunday, 1 May 2016
Who Cares?
Who says brain is ryt?
Who says heart is ryt?
When both feel so confuse
When both even have no rasional standart
I still don't get it
When the say love will have its own effort
Rather than its own excuse
So what then? Who cares?
How do i tell you that this is a part of process?
Eventhough the process does not guarantee anything
Like even it does not guarantee you to be back, again
Like i feel "who cares?" On me
I have no reason to execute you for forever
Eventhough there is over inside forever
Because both of my mind and heart have no same reason to be rasional
Both of it try to destroy each other
Like there is no peace
But, no. No
Peace inside it.
Over or forever, who cares?
Who says heart is ryt?
When both feel so confuse
When both even have no rasional standart
I still don't get it
When the say love will have its own effort
Rather than its own excuse
So what then? Who cares?
How do i tell you that this is a part of process?
Eventhough the process does not guarantee anything
Like even it does not guarantee you to be back, again
Like i feel "who cares?" On me
I have no reason to execute you for forever
Eventhough there is over inside forever
Because both of my mind and heart have no same reason to be rasional
Both of it try to destroy each other
Like there is no peace
But, no. No
Peace inside it.
Over or forever, who cares?
Sunday, 24 April 2016
When You Love Someone
When you love someone
You may forget what you are doing
You may forget Where you put your stuff
You may forget what to do in sudden
When you love someone
You don't care about anything
You don't care about what happen surround
You don't care if it's hurt or not in the end
You feel butterfly is dancing above your tummy
Feeling so funny and laugh so loudly
When you love someone
You may think that you are crazy
Flying away from reality
Staying up late for doing stalking like regularry
When you love someone
You may think that you are crazy
Everything seems right
Yes,
It does.
When you love someone.
You may forget what you are doing
You may forget Where you put your stuff
You may forget what to do in sudden
When you love someone
You don't care about anything
You don't care about what happen surround
You don't care if it's hurt or not in the end
You feel butterfly is dancing above your tummy
Feeling so funny and laugh so loudly
When you love someone
You may think that you are crazy
Flying away from reality
Staying up late for doing stalking like regularry
When you love someone
You may think that you are crazy
Everything seems right
Yes,
It does.
When you love someone.
Wednesday, 23 March 2016
Menggapai Cita
Bukankah kita terlahir sama?
Mengunyah nasi sambil meminumkan air
Meniti langkah menciptakan tujuan bagai cinta bersandu
dengan cinta
Bukankah kita memang terlahir sama?
Menitihkan air mata kemedan juang tak berasa
Senggolan kanan kiri yang kadang tak pernah teduga
Demi segenggam rasa cinta yang bersadu dengan cinta
Bukankah kita terlahir sama?
Apa hak-mu memberikan alasan untuk tidak berusaha
Karena keringat memanglah pantas tercucurkan demi sebuah cita
Masa depan cerah penuh cinta
Menggapai cita yang selalu bersandu dengan cinta
Kasih Ibu
Melangkah tak pasti kian menitih
Tak beralas Kaki meniti jalan berbatu ber-air
Memandangi pohon dan dedaunan nan hijau
Berpikul punggung mengangkat barang
Ibu berjuang mancari nafkah
Menafkahiku yang belum bisa mampu untuk berbalas
Mengusap keringat bagai uang
Bekerja pagi siang dan kadang malam
Kasih Ibu apalah daya
Berjuang demi anak menafkahi sambil membanting raga
Bercucuran keringat bergantikan upah
Demi kasih Ibu yang tak pernah mendua
Subscribe to:
Posts (Atom)


