Wednesday, 23 March 2016

Menggapai Cita


Bukankah kita terlahir sama?
Mengunyah nasi sambil meminumkan air
Meniti langkah menciptakan tujuan bagai cinta bersandu dengan cinta

Bukankah kita memang terlahir sama?
Menitihkan air mata kemedan juang tak berasa


Senggolan kanan kiri yang kadang tak pernah teduga
Demi segenggam rasa cinta yang bersadu dengan cinta

Bukankah kita terlahir sama?
Apa hak-mu memberikan alasan untuk tidak berusaha
Karena keringat memanglah  pantas tercucurkan demi sebuah cita
Masa depan cerah penuh cinta

Menggapai cita yang selalu bersandu dengan cinta

Kasih Ibu


Melangkah tak pasti kian menitih
Tak beralas Kaki meniti jalan berbatu ber-air
Memandangi pohon dan dedaunan nan hijau
Berpikul punggung mengangkat barang


Ibu berjuang mancari nafkah
Menafkahiku yang belum bisa mampu untuk berbalas
Mengusap keringat bagai uang
Bekerja pagi siang dan kadang malam

Kasih Ibu apalah daya
Berjuang demi anak menafkahi sambil membanting raga
Bercucuran keringat bergantikan upah
Demi kasih Ibu yang tak pernah mendua

Saturday, 19 March 2016

Ciptakan Sayap, Terbanglah


Lelah berjalan dengan kaki
Meniti langkah demi hidup dan mati
Gersang, sesak menumpu lara
Terisak-isak kian menyiksa

Apalah daya tak ini berdiam
Mencipta sayap ingin bergerak
Mengarung awan mengepak sayap


Ambillah mimpi setinggi bumi
Bermodal inti, mencipta sayap
Terbang jauh, meraih mimpi

bukankah kita semua sang pencipta?
Mencipta mimpi, berujung bahagia?
Buatlah sayap, lalu terbanglah
Menangkap Harap
Membuang lara

Tak tahukah kamu, Kami Merindu?



Masa lalu tak pernah ingin kembali
Entah karena dia ingin diperbaiki atau tidak sama sekali
Aku tak pernah ingin membujuknya
Dia terlalu keras kepala

Sekarang daku kau tinggal jauh
Bahkan untuk masa depan pun engkau segan
Dan haruskah aku menunggu?
Tak tahukah kamu, kami merindu?


Angin saja pergi dan sempat kembali
Bahkan hujan deras pun tak segan untuk berhenti
Ada apa denganmu? Tak tahukah kamu, kami merindu?
Ketika aku berfikir kesetiaan tak akan pernah mati
Dan kau lunturkan dengan mudahnya

Ingatkah kamu dengan semua hal yang belum terselesaikan?
Andai angin mencondonng untuk mendengar
Andai surga tak sejauh yang kami-kami kira
mungkin rindu tak akan datang senja
Tak tahukah kamu, Kami merindu?

Friday, 11 March 2016

BEDA

Kenapa dunia tak pernah sama
Kenapa dunia tak pernah adil
Apakah ini takdir?

Kenapa beda selalu menjadi jarak?
Mengapa beda tak bisa mengerti
Apakah beda memang harus selalu ada?

Ketika aku memilih untuk jatuh padamu entah benar atau salah
Yang aku tahu tidak ada yang beda
Namun aku sadar aku sedang menutup mata

Ketika kita memilih untuk brtahan
Menerpa segala arus yang datang
Beda selalu menang diantara kita

percayalah
Percayalah
Jangan biarkan beda menerpa kita

Jangan pergi
Buang segala resah dan peka
Aku tak mau menutup mata

Biarkan buta ini tetap ada
Biarkan beda ini tak pernah teranggap
Buang segala resah dan peka, Beda

Setetes Darah

Tertusuk duri terlalu dalam
Melangkah sakit menitih perih
Apalah arti setetes darah bagiku
Mencintaimu adalah segalanya

Menusuk diri dengan duri
Gigitan semut pun tiada arti
Apalah arti sakit bagiku
Jika mencintaimu bisa membuatku bahagia

Tetes mata sudah tak bening lagi
Menetes perih mulai berwarna
Ketika merah darah menjadi warna sukaku
Merah berarti juang-perjuangan

Menitih selalu tak akan kenal perih
Mengoyak-oyak raga
Apalah arti setetes darah bagiku
Jika mencintaimu bisa membuatku bahagia